PUNCAK - Suasana Minggu pagi di Distrik Sinak terasa berbeda. Di tengah udara pegunungan yang dingin dan sunyi, warga melangkah menuju gereja dengan hati lebih tenang, karena tahu ada yang menjaga mereka.
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terlihat bersiaga sejak pagi, memastikan jalannya ibadah Nasrani berlangsung aman dan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Pos Belukar, Minggu (8/2/2026) pukul 09.26 WIT, dipimpin Briptu Fahri Yansyah. Dalam apel tersebut, dilakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan perorangan, serta pembagian tugas pengamanan.
Dari titik itu, personel bergerak menuju lokasi ibadah di wilayah Sinak. Kehadiran aparat bukan sekadar penjagaan, tetapi bentuk nyata negara hadir memberi rasa aman di tengah masyarakat yang sedang menjalankan keyakinannya.
Di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri, ketenangan saat beribadah menjadi hal yang sangat berarti. Itulah yang ingin dijaga oleh Satgas Damai Cartenz 2026: memastikan masyarakat bisa berdoa tanpa rasa khawatir.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah adalah bagian dari komitmen Polri dalam melindungi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir untuk melindungi, bukan menakuti. Ketika warga bisa beribadah dengan tenang, di situlah kehadiran kami benar-benar berarti, ” ujar Brigjen Faizal Ramadhani.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas di lapangan.
“Pengamanan ibadah bukan hanya soal prosedur, tetapi soal empati. Kami ingin membangun rasa saling percaya, bahwa aparat dan masyarakat berjalan bersama menjaga kedamaian, ” kata Kombes Adarma Sinaga.
Kegiatan pengamanan berlangsung hingga pukul 10.46 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Warga pun menyambut hangat kehadiran personel, merasa lebih nyaman selama mengikuti rangkaian ibadah.
Di Sinak pagi itu, kedamaian bukan sekadar kata. Ia hadir lewat langkah sunyi aparat yang berjaga, memastikan doa-doa warga dapat dipanjatkan tanpa rasa takut.

Ciamis